BATANG — Viralnya kasus Vina Cirebon, rupanya berimbas pada munculnya kembali desakan untuk mengungkap kasus pembunuhan Haniyah yang terjadi di Desa Gapura, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang.
Kasus pembunuhan di Desa Gapuro ini juga sama-sama terjadi pada 2016 lalu, sama seperti kasus pembunuhan Vina. Selain itu, kedua kasus itu sampai saat ini juga belum terungkap siapa pelaku utamanya.
Untuk kasus di Batang, korban adalah Haniyah (37) yang ditemukan tewas dengan kondisi luka di kepala. Peristiwa tersebut terjadi di tempatnya bekerja, Desa Gapuro, Kecamatan Warungasem pada tanggal 4 Desember 2016 silam.
Baca Juga ; Himbauan Jokowi: Jangan Berjudi Baik Offline Atau Online, Lebih Baik Uang Ditabung
Namun hingga kini belum juga terungkap siapa pelaku pembunuhan tersebut, bahkan pihak keluarga korban sudah meminta bantuan kompolnas hingga Komnas HAM.
Seiiring dengan Viralnya kasus Vina di Cirebon, wargapun mendesak agar kasus pembunuhan Haniyah diusut kembali.
Desakan tersebut disampaikan dengan cara memasang baliho berukuran sedang di pertigaan jalan Pasar Warungasem dan pertigaan jalan dekat Masjid Gapuro, Kecamatan Warungasem.
Baliho tersebut berisi pertanyaan tentang kelanjutan pengusutan kasus Haniyah yang ditemukan tewas di garasi mobil rumah majikannya.
“Kasus pembunuhan Haniyah binti Sutrisno 2016-2024 terabaikannya???,” tulisan yang terpampang besar di baliho.
Pada baliho tersebut dijelaskan tentang kematian Haniyah yang dulu sempat membuat heboh warga sekitar, dan masyarakat Kabupaten Batang. “2024 belum ada titik terang???,” tulisan lain yang menonjol di baliho tersebut.
Dikabarkan LBH Ansor Kabupaten Batang akan mengawal kasus tersebut agar bisa kembali diselidiki, bahkan sampai terungkap siapa pelaku pembunuhan.
Ketua LBH Ansor Kabupaten Batang Miqdam Yusria Ahmad menegaskan, pihaknya akan mengawal kasus tersebut. “LBH Ansor Batang bersama LBH Ansor se Indonesia siap mengawal kasus Haniyah yang sudah 8 tahun tidak ada kabarnya,” tegasnya, Kamis, (13 /06/2024)

Komentar