Sengketa Tanah Antar Keluarga Akhirnya di Bawa ke Jalur Hukum

Kasus296 Dilihat

sibaygroupkomunika/ Karanganyar, Pekalongan,- Tiga kepala keluarga yang menjadi korban perampasan tanah di Desa Limbangan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan mendatangi Sentra Pelayanan Terpadu Kepolisian (SPKT) setempat. Para korban di dampingi pengacaranya itu mengadu ke polisi terkait peristiwa yang di alami.

“Kami semua resah akibat ulah pelaku yang mengklaim sepihak tanah kami, padahal sudah bersertifikat,” ujar Retno Susanti (35) mewakili keluarga besarnya,(14/09/ 2024).

Ia mengatakan para korban yang masih satu keluarga besar itu terpaksa mengadu ke polisi lantaran ulah pelaku yang juga masih satu saudara sudah keterlaluan. Selain secara sepihak mengklaim lahan yang sudah bersertifikat, juga merusak lahan dengan membabat tanaman bahkan membakarnya.

Tak hanya itu pelaku yang di dukung oknum LSM juga sempat memasang patok papan nama sebagai tanda kepemilikan lahan. Ironisnya lahan lain yang tak ada sangkut pautnya dengan persoalan pelaku dengan korban juga turut di klaim sepihak.

“Jadi karena tindakan pelaku yang udah sangat keterlaluan mengganggu kenyaman hubungan keluarga akhirnya di sepakati untuk mengadu ke polisi,” katanya.

Ia pun menjelaskan bahwa asal muasal permasalahan yang melibatkan satu keluarga besar itu bermula dari pelaku yang bernama Slamet (60) tiba-tiba melakukan aksi pemasangan papan nama di atas lahan milik beberapa kerabat yang di aku sepihak sebagai miliknya.

Si pelaku berdalih bahwa tanah masih milik kakek neneknya sehingga sebagai cucu berhak mewarisinya sehingga nekat melakukan aksi ingin menguasai padahal sebelumnya tak ada persolan karena semua keturunan dari almarhum pasangan Rasno dan Sayuti.

“Secara turun temurun tanah sudah di waris, lalu ada pula yang berbentuk hibah dan seluruhnya sudah ada pemilik serta bersertifikat sah. Jadi pelaku bertindak seolah-olah semua masih miliknya,” jelasnya.

Retno juga mengungkapkan sebelum peristiwa perusakan lahan dan pemasangan papan nama, ada satu anggota keluarganya yang bernama Danusri sempat mengalah memberikan separuh.

Komentar