PWNU Sumsel Resmi Lantik Pengurus Baru RMI, Tegaskan Peran Pesantren sebagai Pilar Peradaban dan Moderasi

BERITA UTAMA121 Dilihat

 

SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM///Palembang, SibayGroupKomunika.com | 26 Januari 2026 —

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Selatan secara resmi melantik jajaran pengurus baru Lembaga Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Sumatera Selatan. Pelantikan tersebut digelar di Pondok Pesantren Ar Rahman, Palembang, Senin (26/1/2026), dengan mengusung tema “RMI dan Pesantren sebagai Pilar Peradaban, Merawat Tradisi, Meneguhkan Moderasi.”

Pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi kelembagaan pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama di wilayah Sumatera Selatan. RMI sebagai lembaga yang mengoordinasikan, membina, dan mengembangkan pesantren diharapkan mampu mempertegas perannya dalam menjaga tradisi sekaligus meneguhkan nilai-nilai moderasi Islam.

Ketua RMI NU Sumsel yang baru dilantik, KH. Muhsan, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program-program RMI yang telah dirintis sebelumnya. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan serta bimbingan dari pengurus terdahulu dan PWNU Sumsel.

“Kami tidak bisa berjalan sendiri. Perjalanan RMI hari ini tidak terlepas dari jasa dan bimbingan ketua RMI terdahulu. Dengan pendampingan PWNU, kami optimis dapat melaksanakan program-program yang lebih baik ke depan,” ujar KH. Muhsan.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan internal, meningkatkan profesionalitas pengurus, serta menjalankan program kerja secara istiqamah demi kemajuan pesantren dan kesejahteraan umat.

“Dengan bimbingan PWNU, kami akan terus semangat dan insya Allah tetap kompak serta istiqamah dalam menjalankan berbagai program,” tambahnya.

Dalam visinya, KH. Muhsan menegaskan bahwa pesantren harus terus diperkuat sebagai benteng akidah, pusat kaderisasi ulama, serta pilar utama dalam menjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat dan menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).

“NU dan RMI harus berjalan beriringan. Kita sama-sama berjuang untuk umat, membesarkan pesantren, dan menguatkan peran NU di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Salah satu bentuk sinergi yang diapresiasi adalah kerja sama dengan sektor perbankan syariah, seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian ekonomi pesantren.

“Hari ini kita buktikan bahwa RMI bisa bersinergi dengan BSI. Ini penting untuk terus dijaga melalui koordinasi yang baik dan komitmen memberikan yang terbaik bagi NU di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Melalui sinergi tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat, penguatan moderasi beragama, serta penggerak sosial yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Ke depan, RMI NU Sumsel berkomitmen untuk memfokuskan program kerja pada penguatan kelembagaan pesantren, digitalisasi administrasi, serta pengembangan kemandirian ekonomi berbasis pesantren. Komitmen ini juga diperkuat dengan memperluas jejaring kerja sama bersama pemerintah, lembaga keuangan syariah, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan demi keberlanjutan dan kemajuan pesantren di Sumatera Selatan.

(Rudiyanto)