SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM///Palembang – Kegiatan monitoring dan evaluasi 10 Program Pokok PKK tingkat Kota Palembang yang dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 10.04.2026 di Kantor Lurah 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, menjadi momentum penting bagi Kelurahan 16 Ulu untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kinerja organisasi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Lurah 16 Ulu, H. Syahri Ramadhon, SH, MH, serta Ketua PKK Kelurahan 16 Ulu, Dr. Ani Aryati, S.Ag., M.Pd.I.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah 16 Ulu H. Syahri Ramadhon, SH, MH menyampaikan bahwa hasil evaluasi menunjukkan masih terdapat berbagai kelemahan yang perlu segera diperbaiki. Menurutnya, kegiatan monitoring ini justru menjadi langkah strategis untuk melihat kekurangan sekaligus meningkatkan kualitas program ke depan.
Masih banyak kelemahan yang harus kita perbaiki. Melalui evaluasi ini, kita bisa mengetahui apa saja yang menjadi kekurangan agar program PKK dapat berjalan lebih optimal, ujar H. Syahri Ramadhon.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini kegiatan PKK masih didominasi agenda rutin seperti arisan dan pengajian. Namun, beberapa inovasi telah mulai dilakukan, seperti kerja sama dengan perguruan tinggi di Kota Palembang, termasuk pembuatan sabun dari limbah yang memiliki nilai edukasi dan ekonomi.
Lebih lanjut, ia menyoroti masih minimnya kader PKK di tingkat RT dan RW serta belum maksimalnya penggalian potensi UMKM di wilayah Kelurahan 16 Ulu. Ke depan, pihaknya berharap kader PKK dapat lebih aktif serta mampu mendorong perkembangan UMKM agar lebih maju dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan 16 Ulu, Dr. Ani Aryati, S.Ag., M.Pd.I menambahkan bahwa hasil evaluasi ini menjadi catatan penting bagi kepengurusan yang masih tergolong baru. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan dokumentasi yang baik sebagai kunci keberhasilan program.
Kunci utama kita adalah kerja sama dan dokumentasi yang akurat. Dari evaluasi ini, masih banyak program yang belum terealisasi secara maksimal dan menjadi PR bagi kita bersama, ujar Dr. Ani Aryati.
Ia juga mengakui bahwa beberapa program seperti pemanfaatan lahan untuk apotek hidup atau tanaman obat keluarga (TOGA) masih belum berjalan optimal. Selain itu, program pendidikan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi juga akan terus ditingkatkan, khususnya dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat.
Di sisi lain, berbagai hasil kreativitas masyarakat seperti olahan makanan (bakso, peyek) serta kerajinan rumah tangga juga mulai berkembang, meskipun masih perlu pembinaan lebih lanjut.
Harapan kami, kader PKK bisa lebih aktif, memiliki keterampilan, serta mampu bekerja sama dalam menjalankan amanah untuk kemajuan masyarakat, ujar Dr. Ani Aryati.

