PD-PKPNU PWNU Sumsel Perkuat Kaderisasi, Cetak Penggerak NU yang Siap Mengabdi untuk Umat dan NKRI

BERITA UTAMA38 Dilihat


SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM///Palembang – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan melalui LAKPESDAM PWNU Sumsel terus memperkuat proses kaderisasi organisasi melalui pelaksanaan Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) yang berlangsung di Balai Diklat Keagamaan Palembang.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menyiapkan kader-kader Nahdlatul Ulama yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan keislaman, semangat kebangsaan, serta komitmen pengabdian kepada umat, bangsa, dan negara.

PD-PKPNU diikuti oleh peserta dari 17 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan. Hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Rois Syuriah PWNU Sumsel KH. Syarifuddin Ya’kub, Ketua PWNU Sumsel KH. Hendra Zainuddin Alqodiri, Ketua LAKPESDAM PWNU Sumsel H. Hernos Roesprijadji, serta jajaran pengurus dan peserta kaderisasi.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan organisasi. Menurutnya, seorang kader tidak hanya dituntut memahami organisasi, tetapi juga harus mampu menjadi contoh dan pelopor di tengah kehidupan masyarakat.

“Kader harus hadir membawa manfaat, menjadi solusi atas persoalan masyarakat, serta mengedepankan semangat kebersamaan dan pengabdian. Organisasi bukan tempat mencari kepentingan pribadi, melainkan wadah untuk berjuang demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Sementara itu, H. Hernos Roesprijadji menjelaskan bahwa PD-PKPNU merupakan tahapan kaderisasi dasar yang dirancang untuk membentuk kader penggerak yang memahami nilai-nilai ke-NU-an, Islam Ahlussunnah wal Jamaah, serta memiliki komitmen kuat terhadap Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menurutnya, peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang mencakup sejarah dan perjuangan NU, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, penguatan karakter, hingga peran kader dalam pembangunan masyarakat.

“Melalui pendidikan ini, kami ingin melahirkan kader yang mampu bergerak dan menggerakkan. Kader NU harus menjadi agen perubahan yang membawa nilai Islam rahmatan lil alamin, menjaga persatuan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional,” kata Hernos.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mendapatkan pelatihan kepemimpinan, pembinaan kedisiplinan, serta penguatan mental dan karakter sebagai bekal menjalankan tugas organisasi di daerah masing-masing.
Melalui PD-PKPNU, PWNU Sumatera Selatan berharap lahir generasi kader yang tangguh, berintegritas, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi. Kader-kader tersebut diharapkan mampu meneruskan perjuangan para ulama, menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, memperkuat persatuan bangsa, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dengan semangat kaderisasi yang terus diperkuat, Nahdlatul Ulama Sumatera Selatan optimistis akan terus melahirkan kader-kader penggerak yang siap mengabdi, menjaga keutuhan NKRI, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.