Wafat Sebagai Penuntut Ilmu”: Haul 40 Hari Salwa Maulidia Jadi Ibrah Ngalap Berkah & Kemuliaan Ilmu

BERITA UTAMA26 Dilihat

SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM//Palembang, 13 Juni 2026_ – Keluarga besar Bapak Yudi Mulyawan dan Ibu Rina Mulyati menggelar Haul 40 Hari Almarhumah Salwa Maulidia dengan penuh khidmat di kediaman keluarga, Lorong Sahabat 1, Talang Karet, Sentosa, Plaju, Palembang.

*Acara yang dimulai Sabtu malam ba’da Maghrib* ini dihadiri sanak saudara, mahasiswa-mahasiswi Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Sriwijaya, alumni SMA Negeri 4 Plaju, jamaah Musholla Shirotul Jannah, warga RT 40/RW 11 Talang Karet sekitarnya, serta para ikhwan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah Sumatera Selatan.

Salwa Maulidia adalah putri sulung tercinta dari tiga bersaudara, putri dari Bapak Yudi Mulyawan dan Ibu Rina Mulyati. Almarhumah merupakan cucu dari Basaruddin bin Bauddin dan Ayunah binti Simin, serta cicit dari *H. Sainan Sagiman*, Gubernur Sumatera Selatan ke-10.

Sebelum wafat, almarhumah merupakan mahasiswi semester akhir Fakultas Pendidikan Kewarganegaraan Universitas Sriwijaya Kampus Bukit dan telah menyelesaikan ujian komprehensif dengan baik.

Meski Allah SWT telah memanggilnya lebih dulu, keluarga bersama Universitas Sriwijaya tetap mengagendakan pelepasan almarhumah: *Yudisium pada Senin, 15 Juni 2026* dan *Wisuda pada Rabu, 17 Juni 2026* di UNSRI Kampus Indralaya. Bagi keluarga, ini menjadi bentuk penghormatan terakhir atas perjuangan almarhumah menuntut ilmu hingga akhir hayat.

Tausiyah serta doa bersama dipimpin oleh *KH. Mgs. Ahmad Fauzan Yayan, S.Q., Lc., Al-Hafidz*, Pendiri Pondok Pesantren Kiai Marogan Talang Jambe dan Guru Spiritual Tarekat Qadariyah Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah Jalaliyah Sumatera Selatan.

Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan beberapa firman Allah SWT:

_“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya” (QS. Al-Maidah: 35)_ tentang ngalap berkah dan mendekatkan diri kepada Allah melalui para alim ulama.

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (QS. Al-Mujadilah: 11) wafat dalam keadaan menuntut ilmu adalah kemuliaan, karena derajat orang berilmu diangkat oleh Allah.

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan” (QS. Al-Ankabut: 57) pengingat bahwa kematian pasti datang, maka persiapkan bekal amal terbaik.

Beliau menyampaikan almarhumah Salwa yang wafat sebagai penuntut ilmu adalah husnul khotimah dan menjadi ibrah bagi kita semua untuk terus menuntut ilmu, menjaga silaturahmi, serta memperbanyak amal jariyah bagi yang telah mendahului.

Majelis Yasin-Tahlil dan zikir dipanjatkan untuk mengirimkan pahala kepada almarhumah. Dalam doa bersama, keluarga juga memanjatkan nasab Ustadz Yayan yang bersambung kepada Masagus H. Abdul Hamid Bin H.Mahmud (Kiai Marogan) bersambung kepada Sunan Giri Ainul Yaqin (Raden Paku) dan bersambung kepada Baginda Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk ngalap berkah.

*Ibu Herlina*, adik kandung Bapak Yudi Mulyawan dan istri Bapak Rustam Bahluan, S.H., M.H., menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

“Salwa adalah anak yang saya urus dan didik sejak kecil hingga dewasa. Dari langkah pertamanya sampai ia menuntut ilmu di Universitas Sriwijaya Kampus Bukit Palembang, saya yang mendampingi. Kepergiannya meninggalkan luka yang sangat dalam bagi kami,” ungkap Ibu Herlina dengan haru.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh *Ustadz Yayan*, dilanjutkan jamuan makan sebagai bentuk sedekah atas nama almarhumah. Keluarga besar Yudi Mulyawan dan Ibu Rina Mulyati menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan mendoakan.

“Semoga Allah SWT menerima amal ibadah Salwa, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, melapangkan kuburnya, serta menempatkan almarhumah di tempat terbaik di sisi-Nya bersama para syuhada dan orang-orang shalih. Kami sekeluarga juga memohon maaf sebesar-besarnya jika selama hidup almarhumah ada perkataan dan perbuatan yang kurang berkenan,” ungkap keluarga.

Penulis : Komarudin
Panglima Laskar Santri Sumsel