SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM//Padang – Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Provinsi Sumatera Barat kembali menggelar kegiatan Gasuku Provinsi (Gasprov) yang dirangkai dengan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) bagi para kenshi, Sabtu (25/1/2026).
Kegiatan yang meliputi latihan bersama dan ujian kenaikan tingkat ini diikuti oleh 214 kenshi dari berbagai tingkatan, mulai dari pemula hingga lanjutan.
Wakil Ketua Umum I Perkemi Provinsi Sumatera Barat, Senpai Indra Jaya, SH, MH, mengatakan bahwa ujian kenaikan tingkat dilaksanakan dengan materi yang disesuaikan pada setiap tahapan penilaian.
“Materi ujian mencakup pemantapan teknik dasar, teori, serta kemampuan fisik sesuai dengan tingkat masing-masing kenshi,” ujar Indra Jaya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan UKT kali ini dilakukan di empat lokasi berbeda. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi mobilitas transportasi di Sumatera Barat yang belum sepenuhnya kondusif pascabencana.
Sementara itu, Sensei Burhendra, selaku Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Shorinji Kempo Sumbar, menyampaikan bahwa UKT tidak hanya menjadi syarat administrasi kenaikan tingkat, tetapi juga sarana evaluasi kualitas kenshi.
“Melalui ujian ini, kami berharap dapat meningkatkan kualitas pembinaan serta menciptakan kenshi yang berprestasi dan berkarakter,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan UKT di daerah tetap menjaga standar penilaian. “Untuk ujian yang dilakukan di daerah, kami menunjuk penguji yang telah memiliki sertifikasi resmi,” jelas Sensei Burhendra.
Ketua Panitia Pelaksana UKT Perkemi Sumbar, Senpai Dr. Ir. Sunadi, menambahkan bahwa kebijakan pelaksanaan ujian di beberapa daerah diambil demi memberikan kemudahan bagi para kenshi.
“Dengan kondisi Sumatera Barat pascabencana, tidak memungkinkan seluruh kenshi dari daerah datang ke Kota Padang. Mobilitas transportasi masih belum sepenuhnya pulih,” ujarnya kepada awak media.
Ia berharap kegiatan ini dapat membangkitkan kembali semangat para kenshi untuk terus berlatih. “Kami tidak ingin bencana yang menimpa Sumatera Barat menghilangkan semangat latihan dan pembinaan kenshi,” tutup Senpai Sunadi.
(red)
