Berita Maling Bebek Tewas di Desa Karyomukti, Pekalongan Adalah Hoaks

Kriminal322 Dilihat

sibaygroupkomunika / KAJEN, — Media sosial di Kabupaten Pekalongan diramaikan dengan postingan terduga pencuri atau maling bebek tewas akibat dimassa di Desa Karyomukti, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.

Di medsos Pekalongan Info postingan diberi judul dituding mencuri bebek, seorang pria tewas setelah dimassa warga. Dalam narasinya ditulis, turut berduka, seorang pria dikabarkan tewas setelah dipukuli warga lantaran dituding mencuri anak bebek (meri) pada Sabtu malam (3/8/24) di daerah Kesesi. Korban meninggal pada Senin pagi setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit.

Kepala Desa Karyomukti, Nur Wasis, dikonfirmasi, Selasa, 6 Agustus 2024, menyatakan, tidak ada aksi pengeroyokan oleh massa terhadap orang yang dituduh mencuri bebek tersebut. Menurutnya, ada aksi pemukulan yang spontan dilakukan oleh seorang warga. Namun itu tak fatal.

Wasis pun menceritakan kronologisnya. Pada Sabtu malam atau lebih tepatnya Minggu dini hari, 4 Agustus 2024, sekitar pukul 00.30 WIB, ada seorang pria tak dikenal melintasi jalanan di desanya. Pria ini lantas mampir untuk medang di salah satu warung di pinggir jalan yang dini hari itu masih buka.

Pria ini pakaiannya basah semua dan kakinya penuh lumpur. Obrolan pun terjadi antara pemilik warung dan warga setempat dengan pria asing tersebut.

“Pria ini ditanya oleh pemilik warung dari mana dan sebagainya. Pria ini menjawab baru menjala ikan. Terus ditanya lagi ikannya mana,” kata Wasis.

Di tengah obrolah itu, tiba-tiba terdengar suara bebek dari karung yang dibawa oleh pria tersebut. Sehingga, warga pun kembali menanyakan itu bebek milik siapa. Namun, jawaban pria itu justru tidak tegas.

“Warga lalu menghubungi saya, namun malam itu saya sedang sakit jadi ndak bisa datang. Carik dan perangkat desa yang datang. Pria itu lalu dibawa ke balai desa dan terjadilah kejadian yang seperti di video yang menyebar di medsos itu,” ucap dia.

Ia menegaskan tidak ada aksi pengeroyokan oleh warga seperti yang dinarasikan dalam media sosial. Jika pun ada aksi pemukulan, itu dilakukan oleh warga yang emosi saat menanyakan asal usul bebek tersebut. “Itu spontan karena ada yang emosi. Ndak ada pengeroyokan,” tandas dia.

Komentar