Ahmad Fahri Meliala Nahkodai HKTI Batu Bara, Fokus Perkuat Petani dan Ketahanan Pangan

Organisasi35 Dilihat

SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM///MEDAN – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumatera Utara terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kabupaten dan kota. Hal itu ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) sekaligus pelantikan pengurus DPD HKTI Sumatera Utara serta DPC HKTI kabupaten/kota se-Sumatera Utara.

Dalam kegiatan tersebut, Gus Irawan Pasaribu dipercaya sebagai Ketua DPD HKTI Sumatera Utara. Sementara di tingkat Kabupaten Batu Bara, Ahmad Fahri Meliala, yang juga merupakan Anggota DPRD Kabupaten Batu Bara dari Fraksi Gerindra, dipercaya menjadi Ketua HKTI Kabupaten Batu Bara untuk masa bakti 2026–2031.

Kepengurusan HKTI Batu Bara turut diisi Ahmad Setia Bakti sebagai Sekretaris dan Budi Harianto Lubis, S.Sos. sebagai Bendahara. Sedangkan Muhammad Rafik, yang merupakan politisi senior Gerindra, dipercaya sebagai Penasehat.

Usai dipercaya memimpin HKTI Batu Bara, Ahmad Fahri Meliala menyampaikan komitmennya untuk menjadikan organisasi tersebut sebagai wadah yang benar-benar hadir dan bekerja bersama para petani.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki posisi penting dalam mendukung agenda ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“HKTI Batu Bara siap mengambil bagian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Untuk mewujudkannya, tentu diperlukan kerja sama antara pemerintah, petani, dunia usaha, akademisi dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Ahmad Fahri.

Ia menilai Kabupaten Batu Bara memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan, baik di sektor pertanian, perkebunan, peternakan maupun bidang pangan lainnya.

Karena itu, HKTI Batu Bara akan mendorong penguatan sektor pertanian melalui sinergi lintas sektor. Komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Batu Bara dan organisasi perangkat daerah terkait akan terus dibangun agar berbagai kebutuhan serta persoalan petani dapat memperoleh perhatian dan solusi.

“HKTI harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah sekaligus menjadi tempat bagi petani menyampaikan aspirasi. Persoalan yang dihadapi petani harus kita dengarkan, kita perjuangkan dan kita carikan jalan keluarnya secara bersama-sama,” tegasnya.

Dorong Kesejahteraan Petani

Ahmad Fahri menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak semata-mata diukur dari peningkatan produksi. Menurutnya, kesejahteraan petani juga harus menjadi perhatian utama.

Ia menyebut persoalan seperti ketersediaan bibit, pupuk, teknologi, produktivitas, akses pemasaran hingga nilai jual hasil pertanian perlu menjadi bagian dari perhatian HKTI.

“Petani harus sejahtera. Ketika petani sejahtera, maka regenerasi petani juga akan lebih mudah dilakukan. Ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan,” katanya.

Ahmad Fahri juga meminta seluruh jajaran pengurus HKTI Batu Bara tidak hanya aktif dalam kegiatan organisasi, tetapi turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan para petani.

“Kita ingin HKTI hadir sampai ke tingkat petani. Kita harus mengetahui apa yang mereka butuhkan dan apa kendala yang mereka hadapi. Setelah itu kita bangun komunikasi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya,” ungkapnya.

Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, HKTI Batu Bara diharapkan mampu memperkuat peran organisasi dalam pembangunan sektor pertanian sekaligus menjadi jembatan antara petani dan pemerintah.

Ahmad Fahri pun mengajak seluruh pengurus untuk bekerja bersama membangun sektor pertanian Batu Bara agar semakin maju, produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semangat kita adalah petani kuat, pangan kuat dan Indonesia berdaulat. HKTI Batu Bara siap bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya.

News Feed