
PALEMBANG | sibaygroupkomunika.com — Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menegaskan pentingnya pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan penguatan mitigasi bencana hidrometeorologi untuk melindungi lingkungan, menjaga kelancaran transportasi sungai, serta mengantisipasi banjir di Sumatera Selatan.
Hal tersebut disampaikan Herman Deru dalam kegiatan terkait Pengelolaan DAS dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi yang berlangsung di Hotel Beston Palembang, Selasa (27/10/2026).
Dalam keterangannya, Herman Deru menyebut tiga sungai utama yang menjadi prioritas penanganan dan rehabilitasi, yakni Sungai Musi, Sungai Lematang, dan Sungai Lalan. Ketiganya merupakan bagian penting dari jaringan sungai di Sumatera Selatan yang berperan dalam mendukung aktivitas transportasi dan perekonomian daerah.
“Sungai itu urat nadi kedua transportasi Sumsel. Mayoritas komoditas ekspor kita diangkut lewat jalur air menuju laut. Kalau sungai rusak, ekonomi Sumsel lumpuh,” tegas Herman Deru.
Menurutnya, ancaman sedimentasi perlu ditangani secara serius melalui pemeliharaan lingkungan dan pengerukan atau dredging. Meskipun jalur ekspor sungai masih berjalan lancar hingga saat ini, upaya pencegahan harus dilakukan agar kerusakan alur sungai tidak menghambat distribusi komoditas.
Selain sedimentasi, Herman Deru juga menyoroti dugaan pencemaran merkuri di Desa Macang Sakti yang disebut berkaitan dengan aktivitas pertambangan ilegal. Pencemaran tersebut dilaporkan berdampak terhadap pemanfaatan sungai oleh masyarakat serta mengancam kelestarian flora dan fauna endemik.
Ia meminta Forum Daerah Aliran Sungai (Forum DAS), Kementerian Kehutanan, Kementerian Pekerjaan Umum, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan mahasiswa memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Gubernur juga menekankan agar kepengurusan Forum DAS diisi oleh pihak-pihak yang memiliki komitmen dan dedikasi nyata dalam menjalankan program pemulihan sungai, bukan sekadar memenuhi struktur organisasi.
Mitigasi Banjir, Modifikasi Cuaca Lebih dari 80 Kali
Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus melakukan langkah mitigasi bencana hidrometeorologi.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan pesawat Hercules dengan bahan semai garam atau natrium klorida (NaCl). Menurut keterangan Gubernur, operasi tersebut telah dilaksanakan lebih dari 80 kali, termasuk dua penerbangan pada hari kegiatan berlangsung, dengan koordinasi bersama pihak Lanud.
Selain itu, Herman Deru menyampaikan bahwa bantuan dana pascabanjir senilai Rp100 miliar dari pemerintah pusat telah disalurkan kepada 10 kabupaten/kota di Sumatera Selatan. Adapun Pagar Alam, Lubuklinggau, dan Muara Enim disebut belum menerima bantuan tersebut.
Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana, menjaga kebersihan sungai, serta tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air yang dapat menyebabkan penyumbatan dan memperparah genangan.
Di Kota Palembang, pemerintah kota turut melakukan pembenahan infrastruktur drainase melalui pengerjaan crossing gorong-gorong di kawasan Angkatan 45. Pekerjaan ini diharapkan dapat memperlancar aliran air dan mengurangi risiko banjir, meskipun selama proses pengerjaan berpotensi menimbulkan gangguan lalu lintas.
Herman Deru menegaskan bahwa pemulihan sungai dan pencegahan banjir memerlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga masyarakat.
Menurutnya, sungai yang terjaga akan mendukung kelestarian lingkungan, keselamatan masyarakat, dan keberlangsungan perekonomian Sumatera Selatan.
“Sungai selamat, Sumsel selamat,” pungkasnya.



