Bulog Sumsel Babel Siapkan Pemantauan Harga dan Stok Beras SPHP di Pasar

BERITA UTAMA71 Dilihat

SIBAYGROUPKOMUNIKA.COM///PALEMBANG – Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menyiapkan langkah pemantauan terhadap ketersediaan dan harga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di sejumlah pasar di wilayah Sumatera Selatan.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Wilayah Perum BULOG Sumsel dan Babel, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 1, Kota Palembang, Senin (21/9/2026).
Wakil Pemimpin Wilayah Perum BULOG Sumsel Babel, Renatul Horison, menjelaskan bahwa rapat tersebut dilakukan untuk menyusun strategi sebelum pelaksanaan pemantauan di lapangan.
Menurutnya, pemantauan akan melihat secara langsung apakah beras SPHP tersedia di pasar serta bagaimana harga yang diterapkan pedagang kepada masyarakat.
“Yang pertama kita pantau dulu ketersediaan beras SPHP. Apakah tersedia di tempat tersebut atau tidak. Kalau tidak ada, apa yang menjadi kendalanya. Dari sini kita rumuskan untuk ditindaklanjuti,” ujar Renatul.
Ia mengatakan, ketersediaan beras SPHP perlu dijaga agar masyarakat tetap memiliki pilihan beras dengan harga yang relatif terjangkau. Karena itu, distribusi dari Bulog hingga ke tingkat pedagang menjadi salah satu bagian yang akan diperhatikan.
Selain stok, harga jual juga menjadi perhatian. Pedagang yang memperoleh beras SPHP dari Bulog diharapkan menjual kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan harga yang berlaku.
Dalam keterangan yang disampaikan, harga beras SPHP di tingkat konsumen untuk wilayah tersebut disebut sebesar Rp12.500 per kilogram, atau Rp62.500 untuk kemasan 5 kilogram.
Renatul juga mengimbau kepada para pedagang agar ikut mendukung program pemerintah dengan tidak menjual beras SPHP melebihi ketentuan harga yang telah ditetapkan.
“Pemerintah sudah membantu dengan adanya beras SPHP. Harapannya pedagang juga bisa menjual sesuai dengan ketentuan, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang lebih ringan,” katanya.
Pemantauan juga diharapkan dapat menjadi sarana untuk mengetahui kendala yang terjadi di lapangan. Apabila ditemukan beras SPHP tidak tersedia atau terdapat persoalan dalam penyalurannya, kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Selain itu, masyarakat yang menemukan persoalan terkait harga maupun ketersediaan beras dapat menyampaikan keluhan melalui saluran pengaduan yang disediakan agar dapat ditindaklanjuti.
Melalui evaluasi dan pemantauan tersebut, Bulog Sumsel Babel berupaya memastikan pasokan beras SPHP tetap tersedia, distribusi berjalan, dan harga di tingkat masyarakat sesuai ketentuan.