Target 1.000 Sultan Muda! Kadin Sumsel Expo Ke-4 Bidik Rp60 Miliar dan Bawa Pempek Go Internasional

BERITA UTAMA, Budaya35 Dilihat

 

sibaygroupkomunika, PALEMBANG – Kamis ,15 Oktober 2026.Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Selatan kembali menggelar Kadin Sumsel Expo ke-4. Tahun ini, targetnya tidak main-main: mencetak 1.000 sultan muda baru dan mengerek pertumbuhan ekonomi daerah.

Pempek Harus Menguasai Indonesia.Isu utama yang disorot adalah masih banyaknya produk lokal yang belum bisa go nasional, apalagi go internasional. Pasar dinilai masih dikuasai kelompok tertentu.
“Kita dorong produk lokal seperti pempek, celimpungan, es kacang untuk go Indonesia.

 

Targetnya pempek Palembang bisa ditemukan di 513 kabupaten/kota di Indonesia,” tegas pihak Kadin.
Kendala UMKM: Tidak Punya SOP dan Hitungan BEP
Menurut Kadin, kendala utama UMKM Sumsel bukan masalah modal, melainkan edukasi dan standardisasi.

 

Banyak pelaku usaha yang belum memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) secara detail. Contohnya mencakup suhu pembuatan pempek, takaran adonan, hingga proses produksi yang tidak konsisten.

 

Selain itu, banyak pelaku usaha tidak bisa menghitung bisnis dengan benar, mulai dari modal, pendapatan, pengeluaran, profit, hingga Break Even Point (BEP). Padahal, sistem franchise atau kemitraan sangat bergantung pada standardisasi dan analisis BEP.

 

“Contohnya gerobak pempek Rp50 juta, profit Rp5 juta per bulan, BEP 10 bulan. Kalau hitungannya jelas, investor pasti tertarik. Kemitraan bisa mempercepat perkembangan bisnis,” jelasnya.

Jangan Sampai Kalah di Rumah Sendiri.Kadin dan IFB (Indonesia Franchise & Business) akan bersinergi membantu UMKM memahami sistem kemitraan yang benar. UMKM didorong untuk membuka outlet sendiri, seperti Rumah Pempek Palembang atau Rumah Kacang Merah Palembang, bukan hanya sekadar titip jual atau konsinyasi.

Tantangannya saat ini, produk pempek di Jakarta justru banyak dibuka oleh non-pribumi Palembang yang dinilai lebih kreatif secara bisnis.

 

“Jangan sampai kita kalah bersaing di produk kita sendiri. Makanya harus libatkan ahli lokal dan edukasi yang benar,” tutupnya.

By : Ida Yati