Serah Terima Jabatan, Imam Purwanto Resmi Pimpin Lapas Kelas I Palembang, Fokus Dorong Produktivitas Warga Binaan

BERITA UTAMA49 Dilihat

 

SUARAMASYARAKAT.COM///PALEMBANG – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang menggelar serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lapas Kelas I Palembang dari M. Pithra Jaya Saracih, A.Md.IP., S.H., M.H. kepada Imam Purwanto, Bc.IP., S.H., M.H.

Kegiatan tersebut menjadi momentum pergantian kepemimpinan sekaligus mempererat silaturahmi antara jajaran Lapas dengan Pemerintah Kota Palembang dan para pemangku kepentingan terkait.

Dalam kegiatan tersebut, hadir Asisten III Pemerintah Kota Palembang yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Plt. Camat Sematang Borang.

Imam Purwanto menjelaskan, dirinya sebelumnya telah dilantik sebagai Kepala Lapas Kelas I Palembang oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan pada Selasa pekan sebelumnya. Setelah pelantikan, proses dilanjutkan dengan serah terima jabatan dan kemudian dilaksanakan acara pisah sambut.

Ia menyampaikan bahwa pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi pemasyarakatan. Pejabat sebelumnya, M. Pithra Jaya Saracih, mendapatkan amanah untuk melanjutkan tugas sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kepulauan Riau.

Dalam menjalankan tugas sebagai Kepala Lapas Kelas I Palembang, Imam mengatakan dirinya akan berupaya menjalankan amanat dan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam meningkatkan pembinaan terhadap warga binaan.

Salah satu fokus yang menjadi perhatian adalah ketahanan pangan dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program pembinaan kemandirian warga binaan.

Menurutnya, warga binaan tidak hanya menjalani masa pembinaan, tetapi juga harus mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.

“Bagaimana kita menciptakan warga binaan agar bisa menjadi produktif. Misalnya dari seribu warga binaan, ada sekitar 200 yang harus bisa bekerja untuk menciptakan kreasi atau hasil kerja yang memiliki nilai,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai produk yang dapat dikembangkan melalui keterampilan warga binaan, mulai dari perlengkapan rumah tangga, perlengkapan mandi hingga produk mebel.

Ke depan, pihaknya juga berencana menjalin kerja sama dengan para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas hasil produksi warga binaan. Salah satu rencana yang tengah dipersiapkan adalah pengembangan produk mebel dan kursi berbahan rotan.

“Kita akan coba melakukan perjanjian dengan para pengusaha. Misalnya pembuatan mebel atau kursi rotan. Nanti warga binaan diajarkan cara pembuatannya, kemudian kita lihat kualitas hasilnya,” jelasnya.

Imam berharap, apabila kualitas produk warga binaan telah memenuhi standar yang ditetapkan, produk tersebut tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi juga memiliki peluang untuk menembus pasar luar negeri.

“Kalau kualitasnya bagus dan memenuhi standar, tentu ke depan kita berharap produk tersebut bisa diekspor,” katanya.

Ia menegaskan, program tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama dunia usaha dan pemerintah daerah, sehingga pembinaan warga binaan dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dengan kepemimpinan baru, Lapas Kelas I Palembang diharapkan semakin mampu memberikan pembinaan yang produktif dan memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan sebagai bagian dari proses reintegrasi sosial setelah mereka kembali ke masyarakat.