Patroli Terpadu di Banyuasin, TNI-Polri dan Manggala Agni Ingatkan Bahaya

Ril.Humas Polres Banyuasin Polda Sumsel

Peristiwa7 Dilihat

Banyuasin | suaramasyarakat.com — Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus diperkuat di Kabupaten Banyuasin. Tim Patroli Terpadu menggelar patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di Desa Pulau Muning, Kecamatan Sembawa, Jumat (16/10/2026), guna meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya kebakaran lahan.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur Manggala Agni, TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Tim dipimpin Fadli Azim, bersama Armansah dari Manggala Agni, Serma Supriyanto dari TNI, Aipda Firli dari Polri, dan Wahyudi dari MPA.

Dalam patroli tersebut, petugas memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk Yusman dan Deri, mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan, ketentuan hukum bagi pelaku pembakaran, serta pentingnya membuka lahan tanpa menggunakan api.

Selain memberikan sosialisasi, tim gabungan melakukan pendataan dan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami karhutla. Salah satu lokasi yang dipantau memiliki luas sekitar dua hektare, dengan vegetasi berupa semak belukar dan tingkat potensi kebakaran yang dikategorikan tinggi berdasarkan laporan patroli.

Hasil pemantauan menunjukkan tidak ditemukan titik panas (hotspot) maupun kejadian karhutla di Desa Pulau Muning dan wilayah sekitarnya. Meski demikian, patroli tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah munculnya kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Kapolres Banyuasin melalui Kasi Humas Polres Banyuasin, IPTU Abu Bakar, S.H., mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga lingkungan serta menghindari pembukaan lahan dengan cara membakar.

“Pencegahan karhutla memerlukan kerja sama semua pihak. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran. Sinergi antara masyarakat, TNI-Polri, Manggala Agni, dan unsur terkait sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya karhutla,” ujar IPTU Abu Bakar.

Ia menegaskan, patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat merupakan bagian penting dari upaya pencegahan karhutla. Melalui koordinasi lintas sektor dan pemetaan daerah rawan, diharapkan potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini.

Dengan keterlibatan aktif masyarakat bersama petugas di lapangan, upaya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran hutan serta lahan di Kabupaten Banyuasin diharapkan dapat berjalan lebih optimal.